Boleh nggak sih Memposting Foto Anak?

Hello lovely Mommies, pasti senang dan bahagia ya melihat si buah hati tumbuh sehat, aktif dan pastinya makin pintar. Duh, gemas! Ditambah lagi si buah hati memperlihatkan kecerdasan dan kemandiriannya dalam melakukan kegiatan sehari-hari.

Misalnya, sudah mulai bisa makan sendiri tanpa disuapi, bisa mewarnai gambar dan menulis, mampu ke toilet sendiri tanpa bantuan orangtua ataupun pengasuh, dan masih banyak lagi.

Biasanya nih, kalau sudah begitu Mommies nggak lupa ya untuk mengabadikan momen tersebut dengan memotret ataupun merekamnya sebagai video, lalu dibagikan di media sosial.

Pertanyaannya, apakah memposting foto atau video anak di media sosial menjadi hal bijak dilakukan oleh orangtua?

Menurut Psikolog dari Universitas Indonesia Rosana Dewi Yunita, tiap orangtua memiliki tujuan berbeda-beda dan terkadang mempunyai alasan individual dalam memposting foto anak ke media sosial. Seperti untuk menyimpan kenangan, sumber inspirasi, dan berbagi pengalaman emosional yang mendekatkan satu dengan yang lain.

Ada beberapa efek positif untuk anak apabila orangtua-nya menggunggah foto mereka di media sosial. Si anak akan memiliki kenangan yang dapat semakin mendekatkan perasaan atau emosi, menumbuhkan perkembangan identitas diri dari suatu bagian kelompok sosial (keluarga) serta dapat menumbuhkan perasaan dihargai, diapresiasi atas usaha dan learning process yang dilakukan.

Tapi perlu diingat, Mommies harus menyadari bahwa foto-foto maupun video rekaman seperti apa yang baik untuk dibagikan di media sosial. Jangan sampai alih-alih ingin membagi cerita tapi malah berakibat buruk di kemudian hari.

Contohnya, jangan membagikan foto maupun video buah hati yang sedang mandi atau melakukan toilet training yang memperlihatkan dengan jelas bagian pribadinya serta wajah si buah hati.

Apapun alasannya, sebaiknya hal tersebut jangan dilakukan ya Mommies karena berpotensi menimbulkan masalah di kemudian hari. Seperti, anak bisa melihat foto dan video tersebut saat mereka besar. Tentu akan membuat mereka malu atau bahkan berpotensi memicu tindakan bullying. Tak hanya itu, di media sosial siapa saja dan dari mana saja bisa melihat apa yang kita bagikan, dengan berbagai cara.

“Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk memposting foto anak-anak ke media sosial harus memperhatikan beberapa hal penting yang bisa jadi bahan pertimbangan,” jelas founder dari Schema Psikologi tersebut.

Apa saja hal penting tersebut? Yuk, simak penuturan psikolog yang akrab disapa Ita ini.

  1. Harus tahu maksud dan tujuan memposting foto. Pikirkan juga tentang efek positif dari share foto anak untuk pihak penerima, kita sebagai orangtua dan anak, pada khususnya.
  2. Konten foto yang diposting. Foto yang menunjukan anak tidak berpakaian atau menunjukkan bagian pribadi anak misalnya saat mandi, atau saat mengenakan pakaian tidur sebaiknya tidak untuk di-

Sebab, konten seperti ini dapat mencederai perasaan anak selain juga dapat menjadi sumber bully atau olok-olok terhadap anak. Sebaiknya pengarahan framing konten perlu ditujukan ke sesuatu yang lebih positif. Misal, foto atau video saat anak terjatuh ketika belajar sepeda.

“Selain kelucuannya, framing konten sikap anak yang tetap berani belajar atau sikap empati orangtua perlu lebih ditunjukkan. Konten foto positif tentunya akan lebih dapat menimbulkan efek positif bagi yang melihat dan terutama buat anak kita,” ujarnya.

  1. Perhatikan juga anak lain yang kebetulan bersama anak kita. Tidak semua orangtua setuju foto anaknya di-publish di media sosial, apalagi tanpa sepengetahuan mereka.
  2. Pihak penerima dan pengakses foto di media sosial. Orangtua perlu memastikan siapa saja yang dapat melihat atau mengakses foto anak sesuai dengan media sosial yang digunakan.

Semakin luas akses media yang digunakan, kehati-hatian orangtua semakin diperlukan karena  risiko tereksposnya foto anak untuk keperluan yang membahayakan anak semakin besar.

Banyak kasus penggunaan ilegal foto anak, misalnya untuk cyberbullying dan pornography dikarenakan ketidakpahaman orangtua atas media yang digunakan, dan pihak-pihak lain yang dapat mengakses foto.

Jadi, sebaiknya Mommies lebih bijak memposting foto dan video buah hati di media sosial ya. Always be happy Mommies!

You might also like
Female & Mom, Kids

More Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fill out this field
Fill out this field
Mohon masukan alamat email yang sah.

Menu