Biar Si Kecil Happy di Sekolah, Intip Trik Jitu ini

Membuat anak tertarik untuk pergi ke sekolah bukan hal mudah. Tapi dengan sikap aktif sebagai orangtua, buah hati Anda bisa beralih menyukai sekolah.

Lovely Mommies yang memiliki anak usia sekolah pasti tahu betul drama pagi hari yang dilakoni si buah hati saat mau berangkat ke sekolah. Terutama di Senin pagi ataupun hari pertama sekolah lagi setelah liburan panjang.

Gambar ibu mengantarkan anak ke Sekolah (dailymail.co.uk)

“Aku nggak mau sekolah, maunya libur terus”. Kurang lebih seperti itu ucapan yang terlontar dari bibir mereka saat Mommies mengingatkan untuk berangkat ke sekolah.

Anak-anak tentu tidak bisa dipaksa untuk bersekolah, namun di sisi yang lain mereka membutuhkan pendidikan sejak usia dini. Kalau sudah mendengar kalimat itu, bisa jadi Mommies akan kebingungan akan menjawab ataupun bersikap bagaimana.

Meski bingung dan ada rasa tidak sabar menghadapinya, perlu diingat ya Mommies untuk jangan pernah memarahi anak. Cara jitu adalah dengan membujuknya serta cari tahu apa penyebabnya dengan mengajak buah hati Anda bicara secara baik-baik. Sebab, mungkin saja anak Anda justru menyimpan sebuah permasalahan yang membuatnya enggan pergi ke sekolah.

Anak yang tidak mau sekolah bisa saja karena merasa takut atau stres untuk datang ke sekolah. Hal ini bisa memicu timbulnya sakit kepala atau sakit pada bagian pencernaannya.

Punya masalah dengan waktu tidur juga merupakan salah satu tanda dari stres. Jika anak tidak mendapatkan waktu yang cukup untuk tidur, maka anak akan suka marah-marah dan menjadi cepat lelah sepanjang hari. Perasaan tersebut bisa membuat anak merasa tidak betah atau memperburuk keadaannya di sekolah.

Ada baiknya Anda memberi perhatian lebih terkait hal ini dengan mencari solusinya agar tidak sampai menjadi trauma yang berkelanjutan. Sebab akan berakibat buruk ke depannya, saat anak benar-benar menginjak pada usia wajib sekolah.

Empat hal yang harus dipenuhi agar anak tidak malas pergi ke sekolah yaitu:

  1. Situasi dan kondisi sekolah. Apakah sekolahnya bersih, rapi, dan banyak tempat-tempat atau sarana yang menarik.
  2. Kegiatan. Apakah kegiatan di sekolah itu menyenangkan.
  3. Lingkungan. Bagaimana orang-orang yang ada di sekitarnya apakah menyenangkan, termasuk guru dan teman- temannya.
  4. Waktu tepat. Apakah waktu pergi ke sekolah itu sesuai dengan jam biologis si anak.

Itulah sebabnya Mommies harus jeli memilihkan sekolah untuk anak-anaknya. Harus ada pertimbangan, termasuk kebiasaan-kebiasaan anaknya seperti apa. Ingat ya Mommies memilih sekolah yang tepat itu bukan berarti gedungnya mewah atau mahal, tapi cocok atau tidak sekolah tersebut dengan anak kita.

Namun begitu, bukan hal sulit untuk bisa membangkitkan semangat anak kembali ke sekolah. Seperti dikutip dari Kidshealth:

1. Ajak anak bicara secara baik-baik tentang masalah yang dihadapi di sekolahnya. Anak bisa berbicara dengan orangtua, teman atau guru yang dipercaya sehingga bisa membuatnya merasa lebih baik.

2. Minta bantuan guru di sekolah atau guru privat untuk memberinya tambahan pelajaran, apabila bermasalah dengan pelajaran di sekolah. Jangan biarkan hal ini berlangsung terlalu lama, karena lebih mudah untuk mengejar ketinggalan satu bab pelajaran, dibandingkan dengan satu buku pelajaran.

3. Ajak anak untuk menulis apa yang tidak disukai dan apa yang disukai di sekolah (meskipun mungkin hanya saat istirahat saja). Lalu cari solusi bersama-sama untuk mengatasi hal-hal yang tidak disukai anak di sekolah.

4. Membiasakan anak untuk selalu menulis apapun yang terjadi atau perasaannya dalam sebuah diary. Hal ini bagus bagi anak yang tidak ingin berbagi dengan siapapun, karena bisa membantu mengeluarkan segala emosi yang dipendamnya.

5. Biasakan mempersiapkan segala sesuatu kebutuhan sang anak untuk ke sekolah sejak malam hari. Sehingga saat pagi hari anak tidak merasa stres atau terburu-buru yang membuatnya malas untuk pergi ke sekolah.

Saran lain adalah dengan memberi reward kepada buah hati. Selain pendidik, Mommies juga bisa memberikan reward pada anak dengan cara memuji, atau memberikan sebuah hadiah bila mau sekolah. Hadiah tidak perlu mahal, bisa mainan, peralatan menggambar, dan lain-lain.

Tak kalah penting, Mommies juga harus aktif berkomunikasi dengan para pendidik di sekolah. Komunikasi yang dimaksud adalah bersifat evaluasi. Informasi perkembangan anak  tentu sangat dibutuhkan oleh orangtua. Jangan pernah sungkan atau ragu menanyakan tentang anak Anda selama proses belajar mengajar berlangsung.

Dengan komunikasi yang intens antara pihak sekolah dan orangtua, terutama dalam mengevaluasi perkembangan anak akan menjadi cara jitu untuk mencari titik permasalahan si kecil malas berangkat ke sekolah. Well..Selamat mencoba ya Mommies.

You might also like
Psychology

More Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fill out this field
Fill out this field
Mohon masukan alamat email yang sah.

Menu