
“Gundala” Patriot pertama dalam jagat sinema Bumilangit
Rumah Produksi Screenplay Films, Bumi Langit Studios, dan Legacy Pictures akhirnya telah meluncurkan Triller Gundala. Film yang diadaptasi dari Komik “Gundala Putra Petir” yang merupakan karakter ciptaan Harya Suraminata yang tahun ini telah memasuki tahun ke-50 sejak peluncurannya pertama kali pada tahun 1969.
Film yang ditulis skenarionya dan disutradarai oleh Joko Anwar ini menjadi film patriot pertama dalam jagat Sinema Bumi langit yang menampilkan jagoan dan pendekar dari komik legendaris Indonesia.
Film ini juga merupakan film terbesar pertama Joko Anwar karena proses nya yang cukup memakan waktu yang lama.
“Proses membuat Film Gundala memakan waktu hampir dua tahun tepatnya 23 bulan dimulai dari September 2017 dan tayang 29 Agustus 2019. Proses penulisan sekitar 6 bulan. Persiapan 5-6 bulan, syuting 2 bulan, dan 53 hari dengan break. Dan proses dari post production untuk membuat CGI, Sound, dan segala macam sangat panjang sekali sekitar 7-8 bulan”, ujarnya saat diwawancarai wartawan di CGV FX Sudirman, (20/07).
Dalam pembuatannya sendiri Joko Anwar tidak main-main, sekitar hampir 1800 orang pemain yang ikut terlibat. Tentunya terdapat kendala yang sangat berarti dalam proses syutingnya.
“Kendalanya ketika membuat film ini adalah memakan lokasi yang banyak sekali. Biasanya ketika kita membuat film hanya menggunakan lokasi paling banyak 15-20 lokasi. Tetapi dalam film Gundala ini memakan 70 lokasi”, ujar Joko Anwar.
“Memakan lokasi yang cukup banyak, karena di Indonesia sendiri belum terdapat fasilitas studio seperti halnya film Hollywood. Kalau di Indonesia syuting harus dilokasi yang sebenarnya. Biasanya kalau syuting dilokasi nggak ada, jadi harus mencari sampai diluar kota”, tambahnya.
Film Gundala berkisah tentang Sancaka yang telah hidup di jalanan sejak orang tuanya meninggalkannya. Menjalani kehidupan yang berat, Sancaka bertahan hidup dengan memikirkan keselamatannya. Namun tiba-tiba dirinya tersambar petir dan anehnya memiliki kekuatan listrik yang mampu melawan musuh-musuhnya. Ketika keadaan kota semakin memburuk dan ketidakadilan berkecamuk, Sancaka harus memutuskan apakah dia akan terus hidup tetap menjaga dirinya atau bangkit sebagai pahlawan yang menyelamatkan bagi mereka yang tertindas.
Tokoh Gundala sendiri akan dimainkan oleh Abimana Arysatya. Selain itu juga dibintangi oleh Tara Basro (sebagai Wulan/Merpati), Bront Palarae (Pengkor), Ario Bayu (Ghani Zulham), Rio Dewanto (Ayah Sancaka), Marissa Anita (Ibu Sancaka), Muzakki Ramdhan (Sancaka Kecil), Cecep Arif Rahman (Swara Bathin), Faris Fadjar (Awang), Aqi Singgih (Ganda Hamdan), Lukman Sardi (Ridwan Bahri), dan masih banyak lagi.
Tentunya Film superhero Indonesia pertama ini akan tayang secara serentak di bioskop mulai tanggal 29 Agustus 2019.
Baca Juga :
Simak Fakta Menarik Film “Gundala”, Film Patriot Pertama di Jagat Sinema Bumilangit
Tokoh Aktivis Perempuan dalam Film Gundala oleh Tara Basro
Tak Perlu Casting, Abimana Dipilih Joko Anwar Sebagai Gundala