JAKARTA – Siapa yang tidak kenal brand Nike, salah satu brand perlengkapan olahraga besar yang terkenal di dunia. Belum lama ini Nike telah meluncurkan desain hijab sportwear dengan nama Nike Pro Hijab.
Di awal kemunculan Nike Pro Hijab, fokus utamanya adalah untuk memenuhi kebutuhan para atlet Muslimah menutup aurat selama berkompetisi di kejuaraan olah raga.
Kini seakan menjadi sebuah tren, bukan hanya atlet profesional yang mengenakan Nike Pro Hijab melainkan masyarakat umum yang berolahraga.
Namun di balik “kesuksesan” Nike menelurkan produk hijab sportwear yang modern dan stylish, ternyata jauh sebelumnya sudah ada beberapa brand yang lebih dulu mengeluarkan produk sejenis.
Seperti dilansir dari muslimgirl.com, ada enam brand dari berbagai negara yang telah menciptakan hijab sportwear. Keenam brand tersebut adalah:
- Ahiida

Desainer asal Australia, Aheda Zanetti menciptakan “Hijood” hijab sportwear yang menutupi seluruh tubuh termasuk kepala untuk memudahkan perempuan Muslim berolahraga.
- Raqtive

Brand asal Malaysia ini didirikan tahun 2010 dengan slogan “Sports Hijab Pro”
- LiaWear

Pada 2009 desainer Muslim Amerika, Latifa Ihsan Ali meluncurkan LiaWear Action. Pakaian renang yang menutup seluruh tubuh untuk para wanita Muslim yang menjaga auratnya.
- Asiya Sport

Sang pendiri, Fatimah Hussein meluncurkan brand Asiya binti Muzahim atau Asiya Sport untuk melawan ketidakadilan bagi para wanita Muslim berhijab yang suka berolahraga. Asiya Sport memberi gadis Muslim kebebasan untuk bergerak bermain dan berolahraga tanpa menujukkan aurat mereka.
- Sukoon Active

Brand ini muncul di Amerika pada 2015. Sang desainer Arshiya Kherani, memiliki tujuan untuk wanita Muslim tetap terlihat baik walaupun saat berolahraga.
- Capsters

Sang pemilik, Cindy van den Bremen, menikah dengan seorang Muslim karena tersentuh dengan kisah Muslim Belanda yang dikucilkan warga pada 1999. Cindy yang bukan seorang Muslim meluncurkan hijab untuk olah raga pertamanya di 2001.