Mommy sudah tidak asingkan dengan tindakan Bullying. Bahkan akhir-akhir ini sedang heboh kasus Bullying yang menimpa Audrey sampai muncul hastag #JusticeforAudrey. Hal ini mengindikasikan bahwa di Indonesia bullying masih menjamur dikalangan pelajar.
Bullying merupakan suatu tindakan intimidasi atau penindasan terhadap individu yang dianggap lebih lemah baik itu dalam bentuk kekerasan fisik ataupun dalam bentuk lisan baik disengaja ataupun tidak misalnya dikatain gendut, pendek, bodoh, dan sebagainya. Dampak yang ditimbulkan pun cukup serius bagi si korban. Tidak hanya dampak secara fisik tetapi juga dampak secara psikis yang dapat mempengaruhi masa depannya. Bahkan dalam kasus yang lebih besar, bullying juga sebagai pemicu kematian. Bullying tidak hanya terjadi secara langsung, tetapi saat ini bullying juga bisa melalui media sosial yang disebut cyber Bullying.
Mommy, sebagai orang tua harus mulai waspada terhadap anak. Tingkatkan komunikasi dengan anak, agar anak mempunyai kenyamanan untuk bercerita. Dampak dari bullying memang tidak akan cepat terlihat, namun kalau dibiarkan secara terus menerus akan berakibat fatal bagi perkembangan kesehatan mental si anak. Nah mommy perlu tahu, dampak akibat bullying bagi kesehatan mental anak apa saja sih…
- Merasa Cemas dan Menjadi Antisosial
Korban bullying akan merasa cemas saat ingin bersosialisasi dengan teman sebayanya dan akan muncul rasa tidak percaya diri. Dalam jangka panjang si anak akan mulai menarik diri dari lingkungan pergaulan atau menjadi antisosial.
- Merasa Tidak Aman Berada di Lingkungan Sekolah
Korban bullying akan merasa bahwa lingkungan sekolah merupakan sarang monster yang begitu menakutkan. Bahkan sekolah menurutnya bukan tempat yang aman untuk belajar dan harus dihindari. Oleh karena itu banyak kasus anak-anak suka malas bahkan tidak mau pergi kesekolah. Orang tua harus mulai waspada.
- Anak Menjadi Depresi dan Mudah Marah
Anak yang menjadi korban bullying akan suka menyendiri baik itu dirumah atau disekolah sehingga menimbulkan gangguan mental yaitu depresi. Korban akan merasa marah terhadap dirinya sendiri. Bahkan kemarahannya akan dilampiaskan kepada keluarga dan teman-teman yang tidak tahu masalahnya.
- Prestasi Sekolah Menurun
Prestasi akademik disekolah akan mengalami penurunan karena korban sering menghindari sekolah dan tingkat kehadiran yang rendah. Bahkan menurut penelitian, dampak buruk dari bullying akan memperkecil volume otak. Oleh karena itu tingkat konsentrasi belajar dalam menangkap pelajaran disekolah akan menurun.
- Sering Mimpi Buruk
Korban Bullying tidak akan tenang saat tidur. Mereka akan sering menggigau seperti sedang dibully oleh orang-orang. Bahkan si korban bisa sampai terkena insomnia.
- Bunuh Diri
Dalam kasus yang paling ekstrim adalah si korban akan melakukan jalan terakhir yang menurutnya mampu menyelesaikan masalahnya yaitu dengan cara bunuh diri.
- Menjadi Psikopat
Selain bunuh diri, dampak ekstrim dari bullying adalah akan membuat si korban menjadi psikopat. Korban akan melakukan pembalasan kepada pelaku bullying. Bahkan kebanyakan kasus, korban melakukan pembunuhan dengan alasan motif sakit hati kepada pelaku.
Nah itu dia Mommy dampak yang dapat diakibatkan oleh bullying. Bullying akan merusak masa depan si anak. Oleh karena itu, peran orang tua dan guru-guru disekolah sangat diperlukan. Jangan sampai anak menjadi korban.