Perceraian dalam sebuah pernikahan merupakan kondisi yang tidak pernah diimpikan oleh siapapun. Banyak kasus-kasus perceraian yang terjadi, entah dikarenakan perbedaan pendapat, ekonomi, kekerasan dalam rumah tangga, dan beragam alasan lainnya.
Meski terjadi berbagai masalah dalam rumah tangga, bisa dipastikan perceraian menjadi opsi terakhir yang akan dipilih pasangan suami-istri. Setelah sebelumnya telah mengupayakan berbagai cara untuk langkah penyelesaian.
Masalah perceraian akan semakin rumit apabila dari pernikahan tersebut telah hadir anak. Sebab keputusan bercerai menjadi hal yang tidak mudah untuk dihadapi, terutama untuk anak. Ada banyak hal yang pastinya akan berubah dan anaklah yang akan merasakan dampak tersebut.
Kebanyakan pasangan yang memilih untuk bercerai cenderung lupa jika perceraian tersebut tidak hanya menyangkut antara suami dan istri saja, namun ada kaitannya pula pada anak-anak. Sehingga dampak perceraian yang terjadi tak hanya akan dirasakan pada pasangan suami istri saja, melainkan juga pada anak-anak mereka.
Bahkan yang biasa terjadi adalah pasca keputusan cerai dilayangkan, ibu dan ayah yang mempermasalahkan tentang hak asuh anak bisa memicu keributan di antara keduanya. Apalagi jika memang kondisi keluarga sebelum perceraian memang tidak baik, tentunya akan berdampak buruk bagi perkembangan psikologis anak.
Seperti dilansir dari dosenpsikologi.com bahwa saat perceraian terjadi, ada beberapa hal yang dapat terjadi pada psikologi anak antara lain adalah:
- Rasa tidak aman atau insecurity
- Perasaan sedih yang mendalam karena kedua orang tu harus berpisah
- Rasa kesepian
- Marah
- Tidak diinginkan ataupun ditolak orang tuanya yang sudah pergi
- Merasa kehilangan
- Menyendiri dan menyalahkan diri sendiri yang menyebabkan perceraian kedua orang tuanya terjadi.
Oleh karena itu, orangtua baik ayah maupun ibunya harus bekerjasama untuk menghindari atau paling tidak meminimalisir hal-hal tersebut di atas.
Lalu bagaimana caranya? Mengutip dari Psychology Today, ada 5 hal terkait pola asuh anak yang bisa dilakukan setelah bercerai dengan pasangan. Berikut poin tersebut:
- Hentikan konflik
Ayah dan ibu bisa bekerja sama untuk membantu perkembangan anak dengan menghentikan konflik. - Rutinitas baru
Anak-anak membutuhkan kestabilan. Maka, orangtua harus membentuk rutinitas baru yang terstruktur setelah bercerai supaya perkembangan anak tidak terganggu. - Menjadi orangtua yang lebih baik
Kondisi berpisah dengan pasangan bisa jadi tantangan tersendiri untuk individu dalam menjadi orangtua. Kalau ada sifat mantan pasangan yang tidak disukai, seperti terlalu sering keluar rumah untuk mendaki gunung, maka ibu bisa katakan pada anak, “Baguslah kamu punya orangtua yang sangat mencintai alam.” - Melakukan kegiatan bersama anak
Bunda bisa menciptakan momen positif bagi anak yang tidak ada hubungannya dengan hubungan cinta kedua orangtuanya. Orangtua bisa melakukan kegiatan di luar rumah dengan anak. - Menyiapkan kondisi diri
Orangtua harus siap hadir secara emosional untuk anak. Makanya, baik ayah maupun ibu harus memprioritaskan kondisi diri sendiri terlebih dahulu.
Jadi meski orangtua telah bercerai, bukan berarti tidak ada solusi terkait pola pengasuhan anak. Hanya saja dibutuhkan kerja sama yang baik dari kedua belah pihak antara ibu dan ayah termasuk keluarga besar agar tidak terlalu mencampuri permasalahan ini.
Tidak dipungkiri bahwa keributan yang dipicu soal siapa berhak mengasuh anak, serta pembagian waktu bertemu dan bersama anak menjadi isu hangat. Apalagi bila kasus ini terjadi pada para selebritas, yang sudah pasti menjadi konsumsi publik.
Masih ingat kasus terdahulu antara Maia Estianty dan Ahmad Dhani yang kerap ramai soal pengasuhan anak? Lalu yang belakangan adalah model sekaligus artis peran Atalarik Syah dengan mantan istrinya, Tsania Marwa, yang kerap menyatakan kesulitan bertemu sang buah hati.
Namun begitu tak banyak pula selebritas yang bisa mengatasi permasalahan pola asuh anak ini dengan baik dan mampu menghindari keributan. Seperti misalnya mentalist yang juga merambah sebagai presenter, Deddy Corbuzier dan mantan istrinya Kalina Oktarani.
Mereka menikah pada 2005 dan resmi berpisah pada 2013 saat hati mereka, Azkanio Nikola Corbuzier masih sangat kecil.
Sejak awal perceraian hingga kini tidak pernah beredar kabar terjadi keributan antara Deddy dan Kalina soal hak asuh anak. Bahkan keduanya mampu membuktikan bahwa Azka, putra mereka mampu berprestasi meski orangtua berpisah yakni sebagai lulusan terbaik di sekolahnya.
Selain Deddy dan Kalina adapula pasangan selebritas muda yang terlihat adem ayem saja soal pengasuhan anak pascabercerai yaitu artis peran yang juga penyanyi, Marshanda (29) dan aktor serta presenter Ben Kasyafani (35).
Pasangan ini menikah pada 2011 silam namun sayang pernikahan keduanya tidak berlangsung lama. Pada November 2014 keduanya resmi bercerai. Dari pernikahan tersebut, pasangan terpaut usia 6 tahun itu telah dikaruniai putri cantik Sienna Ameera Kasyafani.
Dari berita yang dihimpun, dalam kasus ini Chacha (sapaan akrab Marshanda) yang mengajukan gugatan terhadap Ben. Setelah sebelumnya keduanya sempat pisah rumah dan kembali ke kediaman orangtuanya masing-masing.
Berita tersebut jelas menghebohkan publik kala itu. Banyak pihak tidak menyangka rumah tangga yang terlihat adem-ayem dan harmonis ternyata sedang berada di ujung tanduk. Tiba-tiba tersebar kabar Chacha mengaku sudah mendaftarkan gugatan cerainya dengan suaminya itu ke pengadilan agama.
Banyak pihak menyayangkan kasus perceraian ini, meskipun kabar perceraian sudah biasa terdengar dari artis di Indonesia.
Bahkan di awal pernikahan mereka, usia Chacha yang masih muda yaitu 21 tahun sedangkan Ben sudah 27 tahun tampaknya tidak menjadi masalah bagi pasangan selebritis ini. Chacha mengatakan bahwa dirinya lebih baik menikah di usia muda.
Terbukti dalam perjalanan pernikahannya, rumah tangga Ben dan Chacha tampak sangat harmonis. Keduanya selalu terlihat mesra bersama dalam berbagai kesempatan. Saat melihat pasangan ini sedang bersama-sama, tak ada yang menyangka, kisah cinta mereka akan berakhir di perceraian.
Rumah tangga mereka pun semakin tampak bahagia saat Chacha dikabarkan tengah mengandung. Meskipun diakui keduanya bahwa kehamilan tersebut datang sebelum direncanakan, namun Ben mengaku sangat bahagia dengan kabar kehamilan istrinya kala itu.
Sayang takdir berkata lain, setelah menjalani pernikahan selama 8 tahun dengan berat hati keduanya memutuskan untuk mengakhiri pernikahan mereka. Hingga kini belum jelas apa alasan keduanya memutuskan berpisah. Tepat pada November 2014 pengadilan telah ketuk palu menyatakan Chacha dan Ben resmi cerai.
Usai bercerai, hak asuh Sienna jatuh ke tangan Ben. Sebagai ibu, Chacha sapaan akrabnya sempat merasa kehilangan sosok buah hatinya tersebut. Melalui akun Instagramnya, Chacha bahkan pernah mencurahkan isi hatinya mengenai kerinduan dirinya kepada putri semata wayangnya.
Tak seperti kebanyakan pasangan yang berpisah lalu ribut perihal anak, Ben dan Caca (sapaan akrab Marshanda) justru bisa menyikapi dengan baik. Keduanya sepakat untuk menentukan kapan waktu yang tepat untuk Caca bisa bertemu dan menghabiskan waktu dengan Sienna.
Tidak pernah terdengar kabar adanya keributan terkait pengasuhan anak antara Chacha dan Ben yang telah memiliki keluarga kembali. Bahkan hubungan Chacha dan Ben pasca cerai hingga kini tetap terjalin dengan baik bak saudara.
Kedekatan antara mantan pasangan suami istri ini patut diacungi jempol. Baik Ben maupun Chacha kerap mengunggah momen kebersamaannya bersama si kecil di media sosial. Termasuk bersama ibu sambung Sienna.
Saat diwawancara, Chacha mengatakan bahwa Ben paham betul kalau Sienna sebagai anak perempuan sangat membutuhkan waktu bersama dirinya.
“Ben itu memahami kalau Sienna butuh waktu dengan ibunya. Jadi kalau break syuting ya Sienna nginep di apartemenku. Sienna biasa nginep 3 hari seminggu,” ujar Chacha beberapa waktu lalu.
Chacha menambahkan bahwa putrinya adalah anak yang pintar dan manis. Meski Sienna tahu ayah dan ibunya sudah tidak bersama lagi tapi ia tidak pernah complain dengan keadaan yang dialaminya. Sebab baik Ben maupun Caca selalu berusaha menenangkan hati buah hatinya tersebut.
“Dari awal Sienna kami kasih tahu meski orangtuanya tidak tinggal satu rumah, tapi kami bilang ayah dan ibu tetap akan sering sama Sienna, nggak akan berkurang waktunya untuk kamu dan tetap sayang sama Sienna,” tutur pemeran Yuni dalam sinetron Orang Ketiga itu.
Oleh karena itu, Caca tidak ingin kehilangan momen berharga bersama buah hatinya. Saat Sienna sedang bersama dirinya, selalu ada saja hal-hal seru yang dilakukan keduanya.
Caca sengaja meluangkan waktu untuk benar-benar berdua dan memiliki quality time bersama putri cantiknya itu.
Diakui pemilik nama lengkap Andriani Marshanda itu, putrinya sangat senang main di apartemen miliknya yang kebetulan memiliki kolam renang. “Dia (Sienna, red) senang banget berenang di apartemen aku.”
Sementara kegiatan lainnya yang biasa dilakukan Caca dan Sienna saat mereka berdua adalah membuat scrapbook, mewarnai, hingga sibuk di dapur. “Kami tuh suka banget bikin jus bareng,” tandas Caca.
Jadi baik Caca maupun Ben memiliki komitmen, meski telah berpisah namun keduanya berusaha semaksimal mungkin memberi perhatian dan kasih sayang yang sama kepada Sienna. Juga bersikap adil terkait waktu bertemu dengan anak.