Marak Penculikan Anak, Ini yang Harus Dilakukan Mommy!

Mom masih ingat kasus penculikan balita 3 tahun di Bekasi yang diculik oleh seorang nenek dan ditemukan di kawasan Stasiun Pasar Senen. Dari pemberitaan tersebut tentunya menjadi kekhawatiran bagi para Mommy ya. Pastiya kasus-asus seperti itu sudah sering terjadi di Indonesia dengan motif yang berbeda bagi setiap pelakunya. Oleh karena itu, kita sebagai orang tua harus berhati-hati jangan sampai menimpa buah hati. Berikut Fikkaa.com kasih tips buat para Mommy untuk melatih buah hati agar terhindar dari penculikan..

  1. Ajari anak menolak orang asing

Cara pertama adalah Mom harus mengajari si kecil untuk menolak kehadiran orang asing baik itu di lingkungan rumah ataupun di tempat umum. Mom harus melatih si anak agar berani menolak pemberian atau iming-iming apapun dari orang asing karena itu adalah modus, misalnya dikasih makanan favorit. Selain itu tidak boleh berbicara dengan orang yang tidak dikenal dan ingatkan si kecil untuk memberontak dan berteriak apabila dipaksa untuk pergi kesuatu tempat. Serta mengajari anak agar tidak boleh pergi tanpa seizin orang tua.

  1. Mengenalkan perbedaan orang asing dan orang yang dikenal baik

Mom harus mengajarkan kepada si kecil bahwa orang asing adalah mereka bukan dari keluarga atau kerabat dekat. Ajari si kecil mengenali orang yang pernah ditemui atau tidak dan ajarkan bahwa orang jahat tidak selalu tampak menakutkan, tetapi biasanya berperilaku baik karena memiliki modus tertentu. Oleh karena itu, si kecil akan meningkatkan kewaspadaan terhadap orang yang baru dikenal.

  1. Beritahu si kecil siapa saja yang bisa dimintai bantuan

Mom mengajarkan si kecil siapa saja yang bisa dimintai bantuan apabila si kecil berada dalam kondisi kesulitan, misalnya terpisah dengan orang tua saat di tempat umum. Tidak ada salahnya Mom mengajari si kecil untuk menghafal nomor telefon keluarga atau nomor penting lainnya yang bisa dimintai bantuan. Selain itu, ajari si kecil untuk meminta bantuan kepada satpam, polisi, petugas kebersihan, pegawai, dan orang tua yang sedang membawa anak yang diharapkan mampu membantunya.

  1. Biasakan anak bercerita dengan orang tua

Membangun komunikasi dengan si kecil itu sangat penting sekali lho Mom. Mom tidak hanya menanyakan mengenai kondisi pas disekolah, makanan, teman-teman, tugas, dan kegiatan sehari-hari. Tetapi Mom juga bisa menanyakan hari ini si kecil bertemu dengan siapa saja. Berikan pendidikan seks sejak dini kepada si kecil dan jangan sampai orang lain memegang organ vital. Apabila ada orang lain yang melakukan hal tersebut, itu berarti si anak dalam kondisi bahaya. Ajari si anak untuk berlari ketempat keramaian atau berteriak agar orang lain mengetahui kondisi si kecil.

  1. Jalin kedekatan dengan guru dan orang tua murid lainnya

Jalinlah komunikasi dengan guru dan orang tua murid lainnya. Apabila Mom tidak bisa menjemput ke sekolah dan meminta orang lain untuk menjemput, Mom jangan lupa memberitahu guru di sekolah mengenai identitas si penjemput yang mewakilinya. Mom juga bisa meminta bantuan orang tua murid untuk membantu mengawasi si kecil dan meminta mengantarkan pulang jika rumahnya berdekatan.

  1. Ajari si kecil untuk berteriak minta tolong

Saat hendak bepergian kemanapun misal ke mall, minta si kecil jangan sampai terpisah dengan orang tua. Apabila terpisah, maka si anak harus meminta pertolongan orang lain misalnya meminta diantarkan ke pusat informasi. Apabila ada orang lain yang mendekati dan mencurigakan, ajari si kecil untuk berteriak minta tolong, menangis, dan kemudian memanggil mama.

You might also like
Female & Mom, Kids

More Similar Posts

Menu